Skip to main content

Fokus Saja pada Diri


Beberapa bulan belakangan ini, sungguh waktu yang tak mudah untuk kita semua. Bahkan tidak hanya di negara kita tercinta, tapi hampir di seluruh negara yang ada di bumi ini. Setiap negara berjuang untuk mengatasi serangan virus berbahaya ini. Tak sedikit korban berjatuhan, membuat semua serentak berjuang untuk meredakan serangan virus bernama Covid-19 ini.

Penyebarannya yang cepat ke semua penjuru bumi, membuatnya menjadi sebuah pandemi yang sangat menghantui umat manusia. Semua negara dengan serentak berusah untuk menahan penyebarannya. Segala cara diupayakan untuk itu. Mulai dari mencari obat atau vaksinnya sampai menngunci manusia untuk berdiam di tempatnya masing-masing.

Dampak dari pandemi ini pun tak sedikit. Salah satunya yang berat adalah pada perekonomian. Kebijakan ‘lockdown’ yang diterapkan hampir pada semua negara, membuat gerak roda ekonomi ikut tersendat berputar. Banyak sektor usaha menengah dan kecil terpaksa menutup usahanya. Akibatnya banyak pula pengangguran yang bermunculan.

Perusahaan besar yang bergerak di sektor usaha pariwisata adalah salah satu yang terdampak cukup berat. Lockdown membuat orang dilarang bepergian dahulu. Bisa terbayangkan, usaha apa saja yang harus ditutup akibat ini. Bertambah pula orang tak bekerja karena di-putus hubungan kerjanya. Sungguh memprihatinkan!

---ooo---

Dengan keadaaan yang tak menentu ini, manusia berusaha dengan segala yang ada untuk dapat tetap hidup. Mungkin, bagi sebagian orang yang masih bekerja dan mempunyai gaji bulanan, hal ini tak banyak membawa pengaruh secara ekonomi. Tapi bagaimana dengan mereka yang bekerja dan mengais rezeki dari pekerjaan harian? Sudah tentu tak ada yang dapat menopang hidup mereka dari hari ke hari lagi.

Keadaan seperti ini membuat kita banyak membuka mata hati. Menolong mereka yang membutuhkan telah menjadi bagian dari hidup kita saat ini. Sebisa kita, semampu kita, meskipun kita sendiri tidak tahu sampai kapan kita bisa bertahan secara ekonomi jika seperti ini.

Kini, hampir kurang lebih empat bulan, kita berada dalam situasi ‘tak biasa’ ini. Kita pun menyadari sepenuhnya, situasi ini akan berlangsung tak sebentar. Bahkan kita tidak mengetahui sampai kapan.
Pada masa sebulan, dua bulan pertama, masih banyak hal menyenangkan yang bisa kita lakukan untuk ‘membunuh’ waktu. Tapi perlahan dan pasti, saat ini hal itu sudah mulai berubah menjadi waktu-waktu yang membosankan dan membuat stres.

Meskipun keluar rumah untuk sebuah keperluan yang penting saja sudah dibolehkan, tapi rasanya sudah berbeda, tidak seleluasa dulu lagi. Rumah makan dan kafe-kafe ada beberapa yang buka, tapi dengan kondisi yang jauh berbeda dari sebelumnya. Mall-mall pun demikian.

Banyak sekali hal-hal yang berubah dari hidup kita. Sebagai manusia, rasanya wajar apabila kita merasa tak begitu nyaman dengan segala perubahan yang ada, apalagi yang disebabkan karena pandemi saat ini. Tak bisa berbuat banyak hal yang menyenangkan seperti sebelum masa pandemi ini.
Sebagai manusia pula, maka kita harus berusaha untuk bertahan. Tidak hanya bertahan untuk dapat menjaga agar tetap sehat raga, tapi juga menjaga agar jiwa ini tetap waras. Perubahan demi perubahan harus dihadapi, mau tidak mau, suka tidak suka. Tidak ada pilihan lain jika keberlangsungan hidup adalah tujuan seluruh manusia di muka bumi ini.

Benar, takdir adalah takdir. Tapi kita hidup dengan ikhtiar, dengan usaha yang sungguh-sungguh. Karena hanya usaha manusia yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di negeri akhirat. Bukan yang lain yang di luar kuasa kita.

Salah satu usaha kita bertahan dan menjaga agar sehat lahir dan juga batin adalah tetap berfokus pada diri kita. Ketika kita dapat menjadikan diri sendiri menjadi sebuah pribadi yang baik, sehat, dan positif, maka paling tidak, kita akan lebih kuat menghadapi dunia, insya Allah.

Fokus pada diri kita tidak sama dengan bersikap egois. Bersikap egois adalah membuat kepentingan-kepentingannya hanya untuk dirinya sendiri. Sedangkan yang dimaksud dengan fokus pada diri sebenarnya adalah menjaga diri kita sendiri untuk tetap bersikap terbaik, meskipun orang-orang di sekitar kita tidak. Meskipun dunia gonjang-ganjing dengan kebiasaan-kebiasaan yang tak biasanya lagi. Tetaplah fokus pada diri kita!

---ooo---

Tentu saja bukan hal yang semudah seperti halnya membalikkan telapak tangan. Tapi paling tidak, tetapkanlah menjadi sebuah tujuan, untuk tetap berfokus pada diri sendiri. Pada situasi seperti ini, banyak orang yang mulai dihinggapi perasaan bosan dan tertekan. Tak pelak diri kita ini. Maka, lihatlah diri ini. Perbaiki diri dengan lebih memperdalam dan memperbanyak ibadah kita. Perbaiki diri dengan lebih banyak belajar dan mencari tahu hal positif apa yang bisa membuat diri kita lebih baik dalam mengisi waktu.

Dengan ibadah, maka paling tidak hati kita jauh lebih tenang, karena kita menyandarkan segalanya pada sang pemilik hidup. Dengan belajar, maka tak ada waktu lagi untuk menjadi merasa bosan dan tertekan, insya Allah. Dengan berfokus pada diri, dunia akan semakin mudah kita kendalikan, kita hadapi!Semoga, aamiin.

Denpasar, 26 Juni 2020


Comments

Popular posts from this blog

Rasa yang Membantu Bertumbuh

Perjalanan hidup manusia tidak selalu mulus seperti sebuah jalan tol. Manusia akan banyak menghadapi berbagai macam rintangan. Akibatnya, manusia pun akan banyak mengalami perasaan yang tak mengenakkan dalam hidup. Rasa sakit, sedih, kecewa dan semacamnya akan kita alami. Manusia tidak akan mengalami rasa senang atau bahagia yang terus menerus. Hidup tidak melulu tentang kebahagiaan. Walaupun itu adalah salah satu tujuan kita, menjadi bahagia. Ada kalanya kebahagiaan menjadi titik pencapaian kita, tapi ia akan segera turun dan berganti dengan rasa yang lain. Ketika rasa bahagia itu hilang, maka kita akan berjuang kembali untuk menggapai kebahagiaan di titik selanjutnya. Pada saat kita berada pada rasa bahagia, maka semuanya akan tampak mudah dan menyenangkan. Kita akan merasa bersemangat dan penuh dengan energi dalam menjalani kehidupan. Tapi bagaimana ketika keadaan menjadi sebaliknya? Saat penderitaan datang menghampiri dan masuk ke dalam hidup kita? Maka perasaan apa yang be...

Kenapa Ngeblog?

Ngeblog hanya salah satu media yang saya gunakan untuk menulis. Menulis, dengan harapan bisa berbagi dan bermanfaat. Paling tidak bermanfaat bagi diri ini. Dan ngeblog memang mempunyai kelebihan tersendiri bagi saya. Hampir semua kendali blog dipegang oleh penulisnya. Dan juga hampir tanpa batasan-batasan tekhnis. Rasanya mau sebanyak apapun kita menulis, bisa ditulis dalam blog. Sebanyak apapun gambar atau foto yang ingin kita bagi, tidak terlalu masalah. Jadi kita bisa lebih bebas untuk berkreasi dengan tulisan dan gambar. Dan jika kita lebih serius, Ngeblok juga bisa menghasilkan materi berupa uang.....  Tentu saja, harus dengan usaha yang maksimal dan sungguh-sungguh. Seperti juga usaha atau kerja yang lainnya. Dibutuhkan komitmen tinggi juga kedispilan. Sekian.