Skip to main content

Rasa yang Membantu Bertumbuh


Perjalanan hidup manusia tidak selalu mulus seperti sebuah jalan tol. Manusia akan banyak menghadapi berbagai macam rintangan. Akibatnya, manusia pun akan banyak mengalami perasaan yang tak mengenakkan dalam hidup. Rasa sakit, sedih, kecewa dan semacamnya akan kita alami.
Manusia tidak akan mengalami rasa senang atau bahagia yang terus menerus. Hidup tidak melulu tentang kebahagiaan. Walaupun itu adalah salah satu tujuan kita, menjadi bahagia. Ada kalanya kebahagiaan menjadi titik pencapaian kita, tapi ia akan segera turun dan berganti dengan rasa yang lain. Ketika rasa bahagia itu hilang, maka kita akan berjuang kembali untuk menggapai kebahagiaan di titik selanjutnya.

Pada saat kita berada pada rasa bahagia, maka semuanya akan tampak mudah dan menyenangkan. Kita akan merasa bersemangat dan penuh dengan energi dalam menjalani kehidupan. Tapi bagaimana ketika keadaan menjadi sebaliknya? Saat penderitaan datang menghampiri dan masuk ke dalam hidup kita? Maka perasaan apa yang berkecamuk dalam dada kita? Rasa sedih yang mendalam!
Seperti halnya rasa sedih, sekali waktu, kita pun akan mengalami rasa-rasa semacamnya. Sakit hati, kecewa, marah, kesal, dan lain sebagainya. Mereka akan menghampiri kita, paling tidak sekali waktu dalam kehidupan kita.

Lalu bagaimana kita dapat mengatasinya? Membuat semua perasaan-perasaan tadi berganti dan berlalu. Tentu saja, setiap manusia tak hendak berlam-lama berada dalam rasa yang tak menyenangkan itu. Tapi bisakah kita bergerak dan berpindah kepada rasa bahagia?

Ya, bisa. Semua bisa saja berubah, tapi kita tidak pernah tahu secepat apa. Setiap orang mempunyai waktunya masing-masing. Setiap orang mempunyai tindakan dan caranya masing-masing untuk bangkit kembali. Bangkit dari rasa sakit dan keterpurukan, menjadi rasa bahagia kembali.

Satu hal yang sering terlewati adalah bahwa manusia ternyata dapat bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, karena rasa sakit itu. Ya, ia akan menjadi pribadi yang berbeda, yang lebih mengenal dirinya, dari sebelum rasa sakit itu ada. Bahkan manusia dapat menjadi lebih ‘mudah’ bahagia karena telah mengenal rasa sakit itu.

---ooo---

Lalu bagaimana caranya kita dapat menjadi manusia yang lebih baik setelah merasakan rasa sakit itu? Yang pertama harus kita lakukan adalah, tentu saja, mengenal terlebih dahulu perasaan atau emosi yang muncul dalam hati kita. Mengapa perasaan itu bisa ada dalam hati kita. Kenali dan gali terus sampai kita menemukan akar permasalahannya.

Hal yang tak mudah, tapi kita bisa melakukannya. Perasaan itu ada di dalam diri kita, jadi kita sendiri pula yang tahu perasaan macam apa yang kita alami. Misalnya ketika kita merasa sedih karena sebuah keinginan kita yang tidak berhasil kita capai.  Apakah benar kita sedih karena perbuatan kita atau sedih karena dampaknya pada kita? Cobalah kita gali terus sampai pada titik dimana kita mengetahui dan memahami apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita.

Kemudian yang kedua, cobalah untuk bisa mengambil pelajaran darinya. Hal apa yang bisa kita perbaiki dari situasi tersebut. Seperti contoh di atas, mungkin memang usaha kita yang tak terlalu keras atau mungkin kita memang harus mengulang kembali dari awal agar dapat berhasil. Ambil hikmah dan pelajaran dari rasa terpuruk itu. Yakin pada diri sendiri bahwa hal itu adalah yang terbaik yang terjadi pada diri kita.

Ketika kita yakin akan hal tersebut, maka kita akan mendapatkan kekuatan dari dalam diri untuk bergerak dan bangkit. Berpikir positif pada semua kejadian baik dan buruk yang terjadi pada kita. Berpikir positif akan membantu kita untuk menerima perasaan-perasaan tersebut dengan lebih lapang.

Persiapkan hati kita untuk memperoleh kembali kekuatan. Paling tidak yakinlah bahwa ada hikmah dari setiap kejadian. Kumpulkan kekuatan itu, mantapkan hati kita untuk kembali dari emosi yang negatif.

Akhirnya yang ketiga adalah menyelesaikan masalah yang membuat kita sakit atau sedih tadi. Bergerak dan berubah. Lakukan hal-hal yang diperlukan untuk mengatasi dan menyelesaikannya. Ambil tindakan-tindakan yang membawa kita pada kebaikan yang tak ada sebelumnya. Bergerak, eksekusi!

Dengan keyakinan dan kekuatan yang sudah kita kumpulkan sebelumnya, maka bergerak untuk mengubah keadaan menjadi lebih mudah dilaksanakan. Bangkit untuk melakukan aksi nyata yang berbeda agar bisa lebih baik dari sebelumnya.

---ooo---

Ketika ketiga hal tersebut kita lakukan, maka sesungguhnya kita sedang bertumbuh. Bertumbuh menjadi manusia yang berbeda, manusia yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena kita secara sadar dapat merefleksikan diri kita sendiri, dari seseorang yang jatuh terpuruk, menjadi seseorang yang lebih mengenali diri.

Mengenali diri sendiri adalah salah satu sumber kekuatan kita untuk bergerak maju. Bergerak dengan berbeda agar tidak terulang atau menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Kita dapat belajar dari rasa sakit dan semua rasa tak nyaman yang terjadi dalam hidup kita, sehingga menjadi manusia yang lebih kuat dari sebelumnya. Maka terimalah rasa-rasa itu.

Denpasar, 24 Juni 2020

Comments

Popular posts from this blog

Fokus Saja pada Diri

Beberapa bulan belakangan ini, sungguh waktu yang tak mudah untuk kita semua. Bahkan tidak hanya di negara kita tercinta, tapi hampir di seluruh negara yang ada di bumi ini. Setiap negara berjuang untuk mengatasi serangan virus berbahaya ini. Tak sedikit korban berjatuhan, membuat semua serentak berjuang untuk meredakan serangan virus bernama Covid-19 ini. Penyebarannya yang cepat ke semua penjuru bumi, membuatnya menjadi sebuah pandemi yang sangat menghantui umat manusia. Semua negara dengan serentak berusah untuk menahan penyebarannya. Segala cara diupayakan untuk itu. Mulai dari mencari obat atau vaksinnya sampai menngunci manusia untuk berdiam di tempatnya masing-masing. Dampak dari pandemi ini pun tak sedikit. Salah satunya yang berat adalah pada perekonomian. Kebijakan ‘lockdown’ yang diterapkan hampir pada semua negara, membuat gerak roda ekonomi ikut tersendat berputar. Banyak sektor usaha menengah dan kecil terpaksa menutup usahanya. Akibatnya banyak pula penganggura...

Kenapa Ngeblog?

Ngeblog hanya salah satu media yang saya gunakan untuk menulis. Menulis, dengan harapan bisa berbagi dan bermanfaat. Paling tidak bermanfaat bagi diri ini. Dan ngeblog memang mempunyai kelebihan tersendiri bagi saya. Hampir semua kendali blog dipegang oleh penulisnya. Dan juga hampir tanpa batasan-batasan tekhnis. Rasanya mau sebanyak apapun kita menulis, bisa ditulis dalam blog. Sebanyak apapun gambar atau foto yang ingin kita bagi, tidak terlalu masalah. Jadi kita bisa lebih bebas untuk berkreasi dengan tulisan dan gambar. Dan jika kita lebih serius, Ngeblok juga bisa menghasilkan materi berupa uang.....  Tentu saja, harus dengan usaha yang maksimal dan sungguh-sungguh. Seperti juga usaha atau kerja yang lainnya. Dibutuhkan komitmen tinggi juga kedispilan. Sekian.