Perjalanan hidup manusia tidak selalu mulus seperti sebuah jalan tol. Manusia
akan banyak menghadapi berbagai macam rintangan. Akibatnya, manusia pun akan
banyak mengalami perasaan yang tak mengenakkan dalam hidup. Rasa sakit, sedih,
kecewa dan semacamnya akan kita alami.
Manusia tidak akan mengalami rasa senang atau bahagia yang terus
menerus. Hidup tidak melulu tentang kebahagiaan. Walaupun itu adalah salah satu
tujuan kita, menjadi bahagia. Ada kalanya kebahagiaan menjadi titik pencapaian
kita, tapi ia akan segera turun dan berganti dengan rasa yang lain. Ketika rasa
bahagia itu hilang, maka kita akan berjuang kembali untuk menggapai kebahagiaan
di titik selanjutnya.
Pada saat kita berada pada rasa bahagia, maka semuanya akan tampak mudah
dan menyenangkan. Kita akan merasa bersemangat dan penuh dengan energi dalam
menjalani kehidupan. Tapi bagaimana ketika keadaan menjadi sebaliknya? Saat penderitaan
datang menghampiri dan masuk ke dalam hidup kita? Maka perasaan apa yang
berkecamuk dalam dada kita? Rasa sedih yang mendalam!
Seperti halnya rasa sedih, sekali waktu, kita pun akan mengalami
rasa-rasa semacamnya. Sakit hati, kecewa, marah, kesal, dan lain sebagainya. Mereka
akan menghampiri kita, paling tidak sekali waktu dalam kehidupan kita.
Lalu bagaimana kita dapat mengatasinya? Membuat semua perasaan-perasaan tadi
berganti dan berlalu. Tentu saja, setiap manusia tak hendak berlam-lama berada
dalam rasa yang tak menyenangkan itu. Tapi bisakah kita bergerak dan berpindah
kepada rasa bahagia?
Ya, bisa. Semua bisa saja berubah, tapi kita tidak pernah tahu secepat
apa. Setiap orang mempunyai waktunya masing-masing. Setiap orang mempunyai tindakan
dan caranya masing-masing untuk bangkit kembali. Bangkit dari rasa sakit dan
keterpurukan, menjadi rasa bahagia kembali.
Satu hal yang sering terlewati adalah bahwa manusia ternyata dapat
bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, karena rasa sakit
itu. Ya, ia akan menjadi pribadi yang berbeda, yang lebih mengenal dirinya,
dari sebelum rasa sakit itu ada. Bahkan manusia dapat menjadi lebih ‘mudah’
bahagia karena telah mengenal rasa sakit itu.
---ooo---
Lalu bagaimana caranya kita dapat menjadi manusia yang lebih baik
setelah merasakan rasa sakit itu? Yang pertama harus kita lakukan adalah, tentu
saja, mengenal terlebih dahulu perasaan atau emosi yang muncul dalam hati kita.
Mengapa perasaan itu bisa ada dalam hati kita. Kenali dan gali terus sampai
kita menemukan akar permasalahannya.
Hal yang tak mudah, tapi kita bisa melakukannya. Perasaan itu ada di
dalam diri kita, jadi kita sendiri pula yang tahu perasaan macam apa yang kita
alami. Misalnya ketika kita merasa sedih karena sebuah keinginan kita yang
tidak berhasil kita capai. Apakah benar
kita sedih karena perbuatan kita atau sedih karena dampaknya pada kita? Cobalah
kita gali terus sampai pada titik dimana kita mengetahui dan memahami apa yang
sebenarnya terjadi pada diri kita.
Kemudian yang kedua, cobalah untuk bisa mengambil pelajaran darinya. Hal
apa yang bisa kita perbaiki dari situasi tersebut. Seperti contoh di atas, mungkin
memang usaha kita yang tak terlalu keras atau mungkin kita memang harus mengulang
kembali dari awal agar dapat berhasil. Ambil hikmah dan pelajaran dari rasa
terpuruk itu. Yakin pada diri sendiri bahwa hal itu adalah yang terbaik yang
terjadi pada diri kita.
Ketika kita yakin akan hal tersebut, maka kita akan mendapatkan kekuatan
dari dalam diri untuk bergerak dan bangkit. Berpikir positif pada semua
kejadian baik dan buruk yang terjadi pada kita. Berpikir positif akan membantu
kita untuk menerima perasaan-perasaan tersebut dengan lebih lapang.
Persiapkan hati kita untuk memperoleh kembali kekuatan. Paling tidak
yakinlah bahwa ada hikmah dari setiap kejadian. Kumpulkan kekuatan itu,
mantapkan hati kita untuk kembali dari emosi yang negatif.
Akhirnya yang ketiga adalah menyelesaikan masalah yang membuat kita
sakit atau sedih tadi. Bergerak dan berubah. Lakukan hal-hal yang diperlukan
untuk mengatasi dan menyelesaikannya. Ambil tindakan-tindakan yang membawa kita
pada kebaikan yang tak ada sebelumnya. Bergerak, eksekusi!
Dengan keyakinan dan kekuatan yang sudah kita kumpulkan sebelumnya, maka
bergerak untuk mengubah keadaan menjadi lebih mudah dilaksanakan. Bangkit untuk
melakukan aksi nyata yang berbeda agar bisa lebih baik dari sebelumnya.
---ooo---
Ketika ketiga hal tersebut kita lakukan, maka sesungguhnya kita sedang
bertumbuh. Bertumbuh menjadi manusia yang berbeda, manusia yang jauh lebih baik
dari sebelumnya. Karena kita secara sadar dapat merefleksikan diri kita
sendiri, dari seseorang yang jatuh terpuruk, menjadi seseorang yang lebih
mengenali diri.
Mengenali diri sendiri adalah salah satu sumber kekuatan kita untuk
bergerak maju. Bergerak dengan berbeda agar tidak terulang atau menghasilkan
sesuatu yang lebih baik. Kita dapat belajar dari rasa sakit dan semua rasa tak
nyaman yang terjadi dalam hidup kita, sehingga menjadi manusia yang lebih kuat
dari sebelumnya. Maka terimalah rasa-rasa itu.
Denpasar, 24 Juni 2020
Comments
Post a Comment