Skip to main content

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Bukan Pilihan


Awal mula seorang perempuan adalah anak. Ketika ada seorang lelaki yang menikahinya, maka bertambahlah sebuah tugas hidupnya, menjadi seorang istri. Sampai suatu ketika seorang anak lahir darinya, bertambah lagi tugasnya menjadi seorang ibu. Menjadi anak, istri, sekaligus ibu adalah tugas mulia dan utama dari seorang perempuan.

Seorang perempuan yang bekerja dan berprofesi pun tak menghilangkan tugasnya sebagi seorang istri dan ibu. Menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah tugas alamiah (sunnatullah) dari seorang perempuan. Tak peduli siapapun dia atau apapun pekerjaannya. Ia adalah sebuah kewajiban, bukan lagi sebuah pilihan.

Ibu rumah tangga telah menjadi sebuah profesi tak bergaji. Diperlukan tak sedikit ketrampilan dan kepandaian dalam melakukannya. Keberlangsungan sebuah keluarga, sedikit banyak sangat tergantung pada kepiawaian seorang ibu rumah tangga mengelolanya.

Sebegitu penting dan mulianya tugas itu, maka penting bagi anak perempuan untuk mendapat pendidikan. Pendidikan yang akan memberinya ruang dan waktu untuk bertumbuh menjadi perempuan yang siap menjalankan tugas besar dan mulianya.

Pendidikan yang paling tidak memberinya kesempatan seluas-luasnya untuk belajar. Belajar banyak hal, meskipun tidak harus dalam bentuk pendidikan formal di dalam gedung dan berserifikat. Tidak harus.

Pendidikan itu penting bagi perempuan karena akan memberi semacam bekal baginya kelak untuk menjalankan tugasnya sebagi istri dan ibu. Mungkin bukan bekal keilmuan, tapi yang terpenting adalah bekal ‘kesiapan’nya dalam menghadapi tugas kehidupan ke depannya.

-o-

Pada kenyataannya, menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga di zaman sekarang, bukanlah hal yang mudah. Terutama sebagi ibu. Berbagai macam permasalahan akan menghadang. Tak hanya masalah di luar rumah yang memang sudah cukup membuat kita waspada. Masalah seringnya justru muncul di dalam rumah tangga itu sendiri.

Mendidik anak tak cuma masalah membesarkan dan menjadikannya sehat. Mendidik adalah sebuah proses nan tak henti yang dilakukan oleh seorang ibu pada anak-anaknya. Mendidik adalah proses yang dilakukan oleh manusia. Manusia adalah makhluk yang dinamis. Proses yang dilakukan dari manusia ke manusia. Ibu adalah seorang manusia, pun anak.

Hal itu akan memicu banyak terjadi konflik, yang bahkan kita tidak pernah duga sebelumnya. Aksi dan reaksi yang tak sesuai teori, dapat memancing beragam emosi yang kadang tak terkendali.
Begitu juga menjadi seorang istri. Tak pernah ada cerita yang mudah dalam membina sebuah rumah tangga. Ia adalah proses yang berjalan naik dan turun. Bahkan hingga akhir cerita nanti.

Ada yang berlanjut baik-baik saja sampai akhir, tapi tak sedikit yang berhenti di tengah jalan. Banyak dan beragam penyebabnya. Ada yang terukur dan ada yang tidak. Ada yang masih dalam kendali manusia dan ada yang tidak.

Seperti itulah kenyataannya. Tak ada yang dijalankan dengan mudah. Kita hanya manusia-manusia yang terus bergerak, menciptakan usaha. Manusia yang tak ingin berhenti di tengah jalan begitu saja. Manusia yang berusaha, berikhtiar untuk dapt menyelesaikan tugas-tugas kehidupan dengan sebaik-baiknya.

Menjadi istri dan ibu bisa sungguh menyenangkan, tapi sekaligus kadang membuat kita sedikit “lelah”. Pekerjaan yang melekat 24 jam dalam setiap hari kehidupan seorang perempuan. Berhubungan dengan suami dan anak adalah pekerjaan tak berbatas, yang tak selalu “baik-baik saja”.

Berbeda dengan pekerjaan seperti di kantor-kantor. Ketika kita tak mampu lagi, maka keluar dari pekerjaan adalah pilihan yang bisa dilakukan. Rumah tangga tak bisa semudah itu. Walaupun ada pilihan untuk itu.

                                                                               -o-

Untuk itu, kita harus sering memperbaharui niat kita. Agar rumah tangga dapat terus berjalan sampai akhir nanti. Niat ketika pertama kali kita melangkahkan kaki untuk menikah. Semua bermula dari niat tersebut. Ketika pada pertengahan jalan ada yang tak sesuai, maka segera kembali dan perbaharui niat kita.

Tak hanya niat, semua perjalanan hidup sejatinya bersandar pada dua hal, yaitu bersyukur dan bersabar. Demikian pula dalam rumah tangga. Belajar untuk bisa selalu bersyukur dan bisa bersabar harus selalu ditumbuhkan.

Banyak-banyak bersyukur dengan segala kebaikan dan ‘ketidakbaikkan’ yang kita dapatkan. Bersyukur dapat membawa kita pada kebahagiaan-kebahagiaan hati yang kadang tak terlihat kasat mata. Tapi sekali lagi, ini bukan hal yang mudah, sehingga kita memang harus belajar untuk membiasakannya.

Bersabar ternyata lebih sulit daripada bersyukur. Karena biasanya bersabar berhubungan dengan hal-hal yang tidak kita sukai. Hal-hal yang yang ingin kita hindari dan jauhi. Tapi berusalah untuk bersabar dan yang terpenting adalah berdoa. Berdoa memohon diberi kesabaran, karena hanya Allah pemilik sabar.

Pada akhirnya, perempuan sebagai ibu rumah tangga harus menjadi seorang perempuan yang berilmu, berpendidikan. Tak hanya berhenti ketika ia menikah. Belajar adalah pekerjaan seumur hidup. Ia harus tetap belajar dan belajar agar menjadi jalan kemudahan dalam menjalani tugas mulianya sebagai ibu rumah tangga.

Tak ada balasan terbaik dari menjadi ibu rumah tangga selain balasan pahala dari Allah Swt. Tetap semangat menjadi seorang ibu rumah tangga!


Denpasar, 22 Juni 2020

Comments

  1. MasyaAllahh, bagus bu. Untuk bekal kedepan bagi yang belum menjadi istri, dan menjadi ibu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini hanya sebagai salah satu wacana saja kak. Bekal terbaik adalah terap belajar. Terima kasih utk jejaknya 🙏

      Delete
  2. Berumah tangga pun butuh ilmu ya bu, dan harus siap dengan ketidak baikan di dalamnya, makasi bu, saya jadi belajar memahami arti nya rumah tangga hehe :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Fokus Saja pada Diri

Beberapa bulan belakangan ini, sungguh waktu yang tak mudah untuk kita semua. Bahkan tidak hanya di negara kita tercinta, tapi hampir di seluruh negara yang ada di bumi ini. Setiap negara berjuang untuk mengatasi serangan virus berbahaya ini. Tak sedikit korban berjatuhan, membuat semua serentak berjuang untuk meredakan serangan virus bernama Covid-19 ini. Penyebarannya yang cepat ke semua penjuru bumi, membuatnya menjadi sebuah pandemi yang sangat menghantui umat manusia. Semua negara dengan serentak berusah untuk menahan penyebarannya. Segala cara diupayakan untuk itu. Mulai dari mencari obat atau vaksinnya sampai menngunci manusia untuk berdiam di tempatnya masing-masing. Dampak dari pandemi ini pun tak sedikit. Salah satunya yang berat adalah pada perekonomian. Kebijakan ‘lockdown’ yang diterapkan hampir pada semua negara, membuat gerak roda ekonomi ikut tersendat berputar. Banyak sektor usaha menengah dan kecil terpaksa menutup usahanya. Akibatnya banyak pula penganggura...

Rasa yang Membantu Bertumbuh

Perjalanan hidup manusia tidak selalu mulus seperti sebuah jalan tol. Manusia akan banyak menghadapi berbagai macam rintangan. Akibatnya, manusia pun akan banyak mengalami perasaan yang tak mengenakkan dalam hidup. Rasa sakit, sedih, kecewa dan semacamnya akan kita alami. Manusia tidak akan mengalami rasa senang atau bahagia yang terus menerus. Hidup tidak melulu tentang kebahagiaan. Walaupun itu adalah salah satu tujuan kita, menjadi bahagia. Ada kalanya kebahagiaan menjadi titik pencapaian kita, tapi ia akan segera turun dan berganti dengan rasa yang lain. Ketika rasa bahagia itu hilang, maka kita akan berjuang kembali untuk menggapai kebahagiaan di titik selanjutnya. Pada saat kita berada pada rasa bahagia, maka semuanya akan tampak mudah dan menyenangkan. Kita akan merasa bersemangat dan penuh dengan energi dalam menjalani kehidupan. Tapi bagaimana ketika keadaan menjadi sebaliknya? Saat penderitaan datang menghampiri dan masuk ke dalam hidup kita? Maka perasaan apa yang be...

Kenapa Ngeblog?

Ngeblog hanya salah satu media yang saya gunakan untuk menulis. Menulis, dengan harapan bisa berbagi dan bermanfaat. Paling tidak bermanfaat bagi diri ini. Dan ngeblog memang mempunyai kelebihan tersendiri bagi saya. Hampir semua kendali blog dipegang oleh penulisnya. Dan juga hampir tanpa batasan-batasan tekhnis. Rasanya mau sebanyak apapun kita menulis, bisa ditulis dalam blog. Sebanyak apapun gambar atau foto yang ingin kita bagi, tidak terlalu masalah. Jadi kita bisa lebih bebas untuk berkreasi dengan tulisan dan gambar. Dan jika kita lebih serius, Ngeblok juga bisa menghasilkan materi berupa uang.....  Tentu saja, harus dengan usaha yang maksimal dan sungguh-sungguh. Seperti juga usaha atau kerja yang lainnya. Dibutuhkan komitmen tinggi juga kedispilan. Sekian.